Archives

All posts for the month February, 2011

BAB II. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Published February 28, 2011 by riesna27

Unsur-Unsur Yang Membangun Manusia

Ada dua unsur yang membangun manusia yaitu Unsur Jasmani dan Unsur Rohani. Pengertian dari unsur jasmani yaitu semua hal yang berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia seperti makan, minum, tempat tinggal, dll. Sedangkan unsur rohani yaitu semua hal yang berhubungan dengan rohani atau jiwa manusia, seperti agama atau keyakinan, ketenangan jiwa, rasa aman, rasa bahagia, dll.

Unsur-unsur yang membentuk manusia yaitu:

  1. Jasad, Jasad itu sendiri menurut para sufi yaitu hanyalah alat perkakas atau kendaraan bagi rohani dalam melakukan aktifitasnya.
  2. Hayat, yaitu unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
  3. Ruh, ruh merupakan faktor penting bagi aktifitas manusia ketika hidup di muka bumi, sebab tanpa ruh manusia sebagai totalitas tidak dapat lagi berfikir dan merasa. Ruh adalah zat murni yang tinggi dan haheketnya berbeda dengan tubuh. Tubuh dapat diketahui dengan panca indra sedangkan ruh menelusup ke dalam tubuh.
  4. Nafs, yaitu diri atau keakian yang merupakan kesadaran tentang diri sendiri.

HAKEKAT MANUSIA

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT, kesempurnaan yang dimilii oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini. Manusia pada hakekatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yang memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadarannya.

Manusia sebagai mahluk yang hidup di muka bumi merupakan makhluk yang memiliki karakter paling unik. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memilikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instink.

Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya dengan perbedaan yang sangat besar, karena adanya karunia Allah SWT yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Kedudukan akal dalam islam adalah merupakan suatu kelebihan yang diberikan Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk-makhluk lainnya. dengannya, manusia dapat membuat hal-hal yang dapat mempermudah urusan mereka di dunia. Namun segala hal yang dimiliki manusi atentu ada keterbatasan-keterbatasan sehingga ada pagar-pagar yang tidak boleh dilewati.

  • Manusia adalah makhluk utama yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat-hakikat yang mulia.
  • Manusia mempunyai kemauan bebas
  • Manusia adalah makhluk kreatif, idealis, makhluk moral.

Pengertian Kebudayaan

Budaya berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang di dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Dari berbagai definisi tersebut diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan itu sendiri adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dll. Yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

7 Unsur Kebudayaan Univeral

  1. Sistem Pengetahuan, terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda.
  2. sistem Teknologi dan Peralatan, timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapt memenuhi kebutuhan hidupnya.
  3. Bahasa, digunakan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia.
  4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem ekonomi, terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas.
  5. Sistem Organisasi Kemasyarakatan, muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing antar individu sehingga timbul rasa untuk berorganisasi dan bersatu.
  6. Sistem Religi, yaitu kepercayaan manusia terhadap adanya Sang maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
  7. Kesenian, untuk memenuhi kebutuhan psikis manusia sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan kebutuhan mereka.

Menurut J.J Hoeningman wujud kebudayaan dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Gagasan (Wujud Ideal), wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, yang sifatnya abstrak tidak dapat disentuh. Biasanya terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.
  2. Aktifitas (Tindakan), Aktifitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering disebut dengan sistem sosial. sistem sosial ini terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat diamati dan dapat didokumentasikan.
  3. Artefak (Karya), Aktefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktifitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara wujud kebudayaan lainnya.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.

5 Masalah Pokok Kehidupan Masyarat Dalam Sistem Nilai Budaya

  1. Masalah Pertama, yaitu bagaimana manusia memandang antara sesamanya, bagaimana mereka harus bekerja sama dan bergaul dalam suatu kesatuan sosial.
  2. Masalah Kedua, yaitu setiap manusia berhadapan dengan waktu. Setiap kebudayaan menentukan dimensi-dimensi waktu yang dominan yang menjadi ciri khas kebudayaan tersebut. Dimensi waktu yang paling dominan yaitu dimensi waktu yang berorientasi ke masa lalu, masa sekarang, atau masa depan. Dimensi waktu tersebuat akan menjiwai perilaku anggota suatu masyarakat yang berpengaruh dalam kegiatan dalam hal kemajuan.
  3. Masalah Ketiga, yaitu setiap manusia berhubungan dengan alam. Hubungan tersebut dapat berbentuk apakah alam menguasai manusia, atau hidup selaras dengan alam, atau manusia harus menguasai alam.
  4. Masalah Keempat, yaitu manusia berhubungan dengan masalah kerja. Apakah yang berorientasi nilai kerja sebagai sesuatu untuk hidup saja, atau kerja untuk mencari kedudukan, ataukah kerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak.
  5. Masalah Kelima, yaitu manusia berhubungan dengan kepemilikan kebudayaan. Yaitu kebudayaan yang berorientasi pada materialisme atau spiritualisme.

Perubahan kebudayaan merupakan sutu fenomena yang abadi di dalam kehidupan di dunia ini. Perubahan kebudayaan adalah adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadilah keadaan yang tidak sesuai dengan fungsinya bagi kehidupan.

Penyebab Terjadinya Gerak/Perubahan Kebudayaan yaitu :

  • Akulturasi, Merupakan bentuk perubahan yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari luar. Suatu akulturasi dapat terjadi jika di antara dua kebudayaan memiliki kebudayaan yang sangat erat serta saling membutuhkan untuk kemudian menjadikan  bagian dari kebudayaan masing-masing.
  • Asimilasi, Asimilasi dapat di artikan sebagai suatu proses sosial yang telah lanjut dan di tandai dengan makin berkurangnya perbedaan antara individu-indivudu dan antar kelompok serta dengan semakin eratnya persatuan dalam segi aktivitas.
  • Difusi Kebudayaan, Perkembangan dan kemajuan kebudayaan sebagian besar disebabkan adanya pengaruh kebudayaan dari suatu masyarakat lainnya proses inilah yang disebut dengan difusi kebudayaan.
  • Inovasi, Inovasi sangatlah penting bagi perubahan kebudayaan. Kebudayaan muncul melalui proses penemuan yang kemudian menghasilkan perubahan besar.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Diterima atau Tidaknya Unsur Kebudayaan Baru :

  • Suatu kebudayaan baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku dan tidak merusak pranata-pranata yang sudah ada.
  • Corak struktur sosial suatu masyarakat, suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sulit untuk menerima unsur kebudayaan baru, kecuali jika unsur kebudayaan baru tersebut membawa keuntungan bagi rezim yang berkuasa pada saat itu.
  • Adanya landasan dari unsur kebudayaan sebelumnya.

Unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Dibandingkan dengan unsur kebudayaan baru yang  mempunyai skala luas dan sulit untuk di buktikan secara konkrit kegunaanya.

Manusia dengan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat kaitannya. Begitupun sebaliknya, manusia yang membuat kebudayaan. Dan hampir setiap tingkah laku manusia itu merupakan kebudayaan. Manusia dan kebudayaan itu merupakan dwitunggal yang artinya walaupun berbeda tetapi keduanya merupakan suatu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan itu mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

Dialektis adalah hubungan antara manusia dan kebudayaan dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat.

Proses dalam dialektis ada tiga tahap yaitu :

  1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana manusia menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan  dengan manusia.
  3. Internalisasi, yaitu proses dimana manusia sergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

ILMU SOSIAL DASAR

Published February 15, 2011 by riesna27

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial khususnya masalah yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan teori-teori yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial, dan Sejarah).

Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sekelompok disiplin ilmu akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan antara manusia dengan lingkungan sosialnnya.

Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan yaitu memberikan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang semakin kompleks dan beragam permasalahannya sehingga diharapkan masyarakat mempunyai daya tanggap, persepsi, dan penalaran dalam meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sosialnya menjadi semakin besar.

Kedua ilmu sosial tersebut mempunyai perbedaan seperti:

  1. Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran
  2. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
  3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masyarakat sosial

Sedangkan untuk perbedaan ilmu sosial dasar dengan budaya dasar adalah ilmu sosial dasar tidak memusatkan pada satu topik secara mendalam melainkan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.