Archives

All posts for the month October, 2011

FILM HOROR PLUS…PLUS…

Published October 30, 2011 by riesna27

BAB : PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Film-film horor di Indonesia makin ramai diputar di bioskop. Banyak adegan-adegan syur yang masih menjadi suguhan utama, selain tentunya adegan yang dimaksud untuk membuat penonton “takut.”

Di beberapa bioskop di Jakarta dan bahkan kota-kota lain di Indonesia banyak yang memutar film-film horor seperti Arwah Goyang Karawang yang dibintangi oleh Julia Perez dan Dewi Persik, Pocong Ngesot, dll. Alih-alih dibuat takut, mayoritas penonton justru pulang dengan tertawa cekikikan atau mengomentari tubuh-tubuh seksi yang terus dimunculkan di hamper semua sekuel film. Hantu-hantu seolah hanya menjadi bumbu, sedangkan kemunculan perempuan seksi sebagai menu utamanya.

Walau belum bisa diandalkan secara kualitas, penonton film horor ternyata cukup antusias. Misalnya seorang penonton mengaku menggemari film horor karena menghibur dan bisa dinikmati bersama rekan-rekannya.

Meski para penonton disuguhkan dengan “keindahan”gambar, jalan cerita dari setiap film horror tersebut cenderung membingungkan. Kisah dan alur cerita sering kali tidak logis. Film menyodorkan sosok hantu secara berlebihan dengan frekuensi penampakan kelewat sering. Sehingga di akhir cerita tidak ada penjelasan.

BRIPTU MENGGOYANG INDONESIA

Published October 29, 2011 by riesna27

BAB : PEMUDA DAN SOSIALISASI

Sebagian besar masyarakat senang dan mengapresiasi. Sang polisi mendadak menjadi pesohor kaliber nasional berkat eksploitasi media. Jika Norman dikenai sanksi sesuai dengan pasal 4F tentang tindakan disiplin kepolisian, ia bisa tidak mendapatkan kesempatan tambahan pendidikan selama setahun, tertunda kenaikan pangkat, dimutasi, atau bahkan terancam disel khusus selama 21 hari. Akan tetapi Norman hanya mendapat teguran dan malah dianggap berjasa karena mengharumkan citra polisi di mata masyarakat.

Memang serba dilematis. Kalau Norman dihukum, masyarakat akan berteriak mengolok. Kalangan seniman pun akan protes karena menganggap aspirasi seni tak dihargai.

Dengan munculnya Norman, lengkap sudah mereka dari sang pemimpin sampai bawahan yang senang menyanyi di negeri ini. Di satu sisi hal itu menunjukkan bagaimana manusia Indonesia memiliki jiwa seni. Namun, di sisi lain kenyataan ini benar-benar menunjukkan bagaimana kultur pop telah mencengkeram kita.

Pada  saat masyarakat sungguh untuk menuntut perbaikan, perubahan, pembaruan, perombakan, pemerintah dan aparatur Negara malah menghadirkan hiburan. Lucunya, masyarakat senang-senang saja.

MENCARI DIRI LEWAT TUBUH MELALUI OPERASI PLASTIK

Published October 29, 2011 by riesna27

BAB : AGAMA DAN MASYARAKAT

Operasi kecantikan atau operasi plastik itu sebenarnya masalah fisik atau psikologi? Kalau Anda bertanya kepada dokter ahli bedah kecantikan, pasti akan dijawab : kedua-duanya.

Dibandingkan di beberapa tempat di mana operasi plastik sudah dianggap biasa, di Asia contohnya Jepang, Korea, dan Thailand di mana pelaku lebih terbuka di bandingkan di Indonesia yang masih tertutup. Masih jarang yang bersedia terbuka untuk membeberkan pengalaman mengenai operasi plastik yang telah dijalani untuk mempercantik diri.

Dalam pergaulan sosial kalangan tertentu, hal-hal seperti itu biasanya menjadi bahan gunjingan. Sejumlah perempuan pada umumnya melakukan secara diam-diam di luar negeri, biasanya di Singapura atau Thailand. Mereka akan menghilang beberapa waktu, sulit untuk dihubungi, sampai suatu saat muncul dengan tampilan lebih cantik. Itulah prosos metamorfosis sebagian orang dari dunia urban kita.

Makanya, operasi kecantikan sebagaimana usaha mempercantik diri secara terus menrus akan menimbulkan kecanduan. Katakanlah ini sebagai upaya mencari diri, lewat tubuh.

Tetapi banyak juga korban dari operasi plastic ini seperti  Wan Bei, perempuan asal Hubei, China berkompetisi di kontes bakat ‘Super Girl,’ namun gagal menjadi pemenang. Berbekal harapan memeroleh peruntungan lebih baik, ia dan ibunya menjalani prosedur facelift untuk meningkatkan kemungkinan menang. Naasnya, dokter yang melakukan operasi tersebut menusuk pembuluh darah di wajahnya. Wang tidak pernah pulih, dan menghembuskan nafas terakhirnya di meja operasi. Seorang juru bicara dari biro kesehatan di distrik Siangtan, Kota Wuhan mengatakan, ia tewas karena kecelakaan anestesi.

Di kota-kota besar di China, operasi kosmetik telah menjadi kewajaran yang bukan hanya dilakukan oleh kaum perempuan, melainkan juga para lelaki. Bahkan, seorang saksi mata pernah melihat operasi plastik, eye tuck, dilakukan di kursi sebuah salon rambut oleh seorang lelaki yang jelas bukan dokter.

Kaum perempuan di Negeri Tirai Bambu itu agaknya sungguh terobsesi dengan kecantikan. Pada 2007, sektor perawatan kulit di China bernilai US$4,65 milyar. Berbagai perusahaan perawatan kulit meluncurkan kolagen sebagai cara baru untuk mengatasi kerutan, selain suntik botox dan facelift.

Berbagai pusat pertokoan membombardir khalayak dengan iklan yang mendorong orang meminum kolagen selama 30 hari, demi mendapatkan kulit tampak lebih muda dan lembut. Kaum perempuan China jelas mengikuti saran tersebut, mengingat penjualan tablet, bubuk, dan minuman kolagen meningkat cepat.

Namun para pakar kesehatan memperingatkan sebisa mungkin menghindari pisau bedah karena risiko yang dihadapi cukup besar. Beberapa metode operasi plastik dinilai tidak aman seperti sedot lemak Mesotherapy, apalagi banyak pelaku operasi plastik bukan dokter ahlinya

DILEMA NATURALISASI KARENA KEPASTIAAN MASA DEPAN

Published October 29, 2011 by riesna27

BAB : WARGA NEGARA DAN NEGARA

Istilah naturalisasi mulai ramai dibicarakan  ketika kualifikasi piala dunia 2011 lalu, ketika Irfan Bachdim dan Christian Gonzales cs berhasil mengalahkan tim lawan. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan naturalisasi..? Natulasisasi adalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan. Untuk Irfan Bachdim sendiri naturalisasi diperoleh melalui naturalisasi yang bersifat istimewa yaitu natulalisasi yang diberikan bagi mereka (warga asing) yang telah berjasa kepada Negara RI dengan pernyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi WNI atau diminta oleh Negara RI.

Tetapi ada juga  pemain calon naturalisasi ragu untuk meneruskan proses perpindahan kewarganegaraan mereka untuk memperkuat Timnas Indonesia. Salah satu alasannya adalah soal kepastian masa depan.

Contohnya Stefano Lilipaly (21) mengakui saat ini ada sandungan lain untuk merampungkan proses naturalisasinya yang tinggal melalui tahap pengambilan sumpah WNI. Jika dia mengambil kesempatan berpaspor ‘Garuda’, dia harus mengorbankan kariernya di Eropa.

Keraguan mereka bisa dipahami. Radio Nederland Wereldomroep, menulis bahwa jika mereka memutuskan pindah kewarganegaraan menjadi WNI, maka itu akan mengancam karier mereka di Eropa. Harga mereka akan menjadi sangat mahal bagi klub.

UU sepakbola Eropa mengatur pemain sepakbola dari luar Uni Eropa harus mendapat gaji minimal 527 ribu euro pertahun, atau sekira Rp6.1 miliar. Untuk pemain non UE di bawah 20 tahun, mereka harus digaji minimal 236 ribu euro setahun. Apakah dengan berlakunya UU tersebut klub Negara lain akan sanggup untuk membayar gaji mereka yang lumayan sangat besar itu…?

Akan ada serangkaian tes yang harus dilewati terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa pemain tersebut benar-benar cinta tanah air dan sepenuhnya siap membela tim nasional. Karena pemain naturalisasi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia untuk membela tim nasional, sehingga harus punya rasa cinta tanah air yang tinggi.