Archives

All posts for the month November, 2011

CINTA YANG TAK WAJAR

Published November 6, 2011 by riesna27

BAB : RESUME FILM KEKERASAN DALAM PACARAN

Dalam film tersebut menceritakan tentang kisah kasih percintaan antara Melati seorang mahasiswi dari salah satu universitas di Jakarta dengan pemuda yang bernama Jaka. Mereka menjalin hubungan pacaran tanpa diketahui dari pihak keluarga masing-masing. Di film ini Melati sering mendapatkan kekerasan fisik, ekonomi, psikologi dari pacarnya seperti dipukul, ditampar, di caci maki, dll. Tindakan dari Jaka ini merupakan akibat dari cermin keluarganya sendiri. Sehingga Jaka sering melampiaskannya kepada kekasihnya. Segala upaya telah di coba Melati untuk bisa lepas dari jeratan siksa kekasihnya tetapi pada awalnya sulit. Akhirnya setelah Melati tidak kuat lagi untuk menahan penderitaannya diapun memberanikan diri untuk bisa lepas dari Jaka.

Dari cerita tersebut dapat kita tarik kesimpulan yaitu:

Kekerasan Dalam Pacaran adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.

Pada umumnya, sangat sedikit masyarakat yang tahu adanya kekerasan yang terjadi dalam pacaran, karena sebagian besar menganggap bahwa masa pacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah. Ini adalah salah satu bentuk ketidaktahuan masyarakat akibat kurangnya informasi dan data dari laporan korban mengenai kekerasan tersebut.

eraslam

KDP yang sebagian besar korbannya adalah perempuan ini sering diakibatkan adanya ketimpangan antara laki-laki dan perempuan yang dianut oleh masyarakat luas pada umumnya.

Perempuan menurut pandangan laki-laki biasanya dianggap sebagai makhluk yang lemah, penurut, pasif, sehingga menjadi alasan utama terjadinya perlakuan yang semena-mena.

Kekerasan Dalam Pacaran yang sering terjadi biasanya terdiri atas beberapa jenis misalnya serangan fisik, mental, ekonomi, psikologis dan seksual. Secara rinci adalah sebagai berikut:

Dari segi fisik misalnya memukul, menendang, ataupun mencubit, untuk segi mental biasanya, cemburu yang berlebihan, pemaksaan, dan perlakuan kasar di depan umum,” katanya.

Dari segi ekonomi, kekerasan juga bisa terjadi. Misalnya, ada pasangan yang sering meminjam uang atau barang tanpa pernah mengembalikan.

Dari segi psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya

Sedangkan dari segi seksual adalah pasangan yang memaksa pasangannya untuk melakukan hubungan seksual, pemerkosaan dlsb.

Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah.

Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya.

Refleksi bagi remaja:

Untuk itu, para remaja harus mewaspadai bibit-bibit kekerasan yang terjadi dalam hubungan mereka, sehingga apabila bibit tersebut mulai terlihat, maka remaja mampu mengambil sikap yang tegas. Dan jangan malu dan takut untuk berbagi cerita dengan orang tua agar menemukan jalan keluar dari permasalahan yang terjadi.

Advertisements

FENOMENA POLIGAMI

Published November 6, 2011 by riesna27

BAB : INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT

Fenomena poligami semakin marak akhir-akhir ini, terutama karena dipertontonkan secara vulgar oleh para tokoh panutan di kalangan birokrasi, politisi, seniman, dan bahkan agamawan. Poligami adalah masalah yang sering diperhatikan di Indonesia, salah satu negara yang memperbolehkan poligami dengan syarat tertentu.

Poligami memang termasuk ajaran agama Islam, agama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian, pemahaman orang Islam terhadap poligami dalam ajaran agama berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa poligami dianjurkan dalam keadaan tertentu; ada juga yang percaya bahwa poligami seharusnya ditinggalkan pada masa kini.

Dalam media massa Indonesia, sering ada berita tentang poligami. Kasus Aa Gym, seorang kyai dari Bandung yang menikah lagi pada tahun 2006, memicu perdebatan luas dalam masyarakat Indonesia tentang topik yang kontroversial ini.

Berpoligami merupakan pilihan rasional yang dianggap merupakan solusi yang tepat dalam mengakhiri setiap permasalahan yang terus-menerus yang tidak mempunyai harapan lagi untuk bisa dipertahankan.

Berbagai faktor yang membuat suami berpoligami yaitu : terjadinya konflik dimana dalam sebuah keluarga tersebut tidak dikaruniai anak, takut terjadi perzinahan misalnya istrinya menderita penyakit berkepanjangan, atau sudah tidak bisa lagi memenuhi keperluan seksual suaminya, suami merasa mampu secara fisik maupun ekonomi sehingga membuatnya ingin menikah lagi.

Faktor yang membuat istri mau dipoligami yaitu dilatarbelakangi oleh beberapa alasan yaitu ingin menjaga nama baik dan martabat keluarga, ketergantungan secara ekonomi pada suami, kepentingan anak, ingin menjadi istri yang soleha yang berbakti pada suaminya, menjaga keutuhan dan kebahagian keluarga dari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keharmonisan keluarga seperti perselingkuhan dan perbuatan zina dan poligami dianggap sebagai suatu suratan nasib.

Dan pandangan masyarakat terhadap poligami berbeda-beda, ada yang pro ada pula yang kontra, ada yang pro tetapi tidak mau melaksanakan atau tidak berani melaksanakan karena pertimbangan tertentu, ada pula yang kontra memang benar-benar tidak setuju dan ada pula yang tidak setuju tetapi bersikap toleran kepada yang melaksanakannya.

Terlepas dari semua argumentasi di atas, poligami pada dasarnya pelanggaran terhadap integritas dalam institusi perkawinan, karena institusi perkawinan pada dasarnya dibangun oleh dua orang yang ingin membina kehidupan bersama, yang dimulai dengan niat yang tulus, cinta, dan adanya janji sakral yang seharusnya dihormati.

Ketika orang ketiga datang, apa pun alasannya, janji antara awal tadi telah dikhianati. Sangat disayangkan ketidakjujuran kemudian begitu saja mudah diterima dan “kebohongan” menjadi hilang begitu kata poligami muncul.

INTERNET MASUK DESA

Published November 6, 2011 by riesna27

BAB : MASYARAKAT PERKANTORAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

Siapa bilang Internet hanya dapat dinikmati kalangan menengah ke atas. Teknologi Internet kini dapat dirasakan manfaatnya oleh penduduk di pelosok desa yang tak terjangkau listrik sekalipun.

Misalnya, di Desa Pasir Waru, kecamatan Mancak, Serang, Banten. Desa ini berjarak 27 kilometer dari pusat pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang. Desa yang berada di pinggiran hutan dan di daerah berbukit-bukit ini tak seluruhnya telah terakses listrik. Daerah yang sudah tersambung listrik pun sekali-sekali mati karena pemadaman bergilir.

Jalan desa sebagian besar belum teraspal. Semakin ke atas bukti, kondisinya makin rusak. Mobil masih bisa lewat namun harus pelan-pelan. Sepeda motor menjadi angkutan yang dominan. Meski demikian, penduduknya yang sebagian besar petani tak putus asa dengan kondisi daerahnya. Mereka masih menyempatkan diri untuk belajar komputer, yang mungkin baru dikenal untuk pertama kali, agar mendapat kehidupan lebih baik.

Komputer masuk ke desa tersebut sejak didirikan CTC (Community Technology Center) Mancak yang dibangun Microsoft dengan Asketik, organisasi nonprofit yang membantu pemberdayaan masyarakat di Pasir Waru. Di dalam ruang belajar CTC yang hanya berukuran 3 x 4 meter hanya ada dua unit komputer dan satu unit printer. Untuk akses Internet digunakan modem GPRS dari ZTE melalui jaringan seluler XL. Fasilitas inilah yang digunakan sebagai ruang belajar secara bergantian.

kehadiran komputer di desa tersebut masih asing bagi penduduk. Namun, setelah mereka mengetahui bahwa fasilitas tersebut tersedia untuk digunakan bersama-sama, mereka mulai tertarik untuk mencoba. Bahkan, ada seorang penduduk yang langsung membeli komputer meski harus merogoh kocek hingga Rp3 juta.

Banyak hal-hal lucu saat penduduk desa mencoba komputer pertama kali. Ada yang kikuk dan takut ketika menggeser mouse

Kehadiran teknologi di Desa Pasir Waru, Mancak, Serang lebih dari pelatihan computer bagi masyarakat. Ketrampilan yang diperoleh masyarakat  di Community Technology Center atau CTC  dapat membuka peluang untuk mendapatkan atau melakukan pekerjaan lebih baik serta kesempatan meningkatkan ekonomi,” ujar Sita Supomo, Community Affair Manager.

Menurutnya, petani tidak hanya mengakses internet untuk mencari informasi harga, mengakses pasar, namun juga mengembangkan tanaman pangan baru di daerahnya. Hal ini sesuai dengan tujuan program Microsoft Unlimited Potential, khususnya Community Technology Skills, bahwa seiring dengan meningkatnya sumber daya masyarakat pedesaan, taraf hidup keluarga meningkat, ekonomi pedesaanpun ikut meningkat.

Namun, manfaat komputer dan Internet akan jauh lebih optimal jika didukung infrastruktur dasar. Internet menjadi harapan namun listrik dan transportasi yang lancar masih menjadi impian penduduk desa Pasir Waru.

OBAMA SI PRESIDEN KULIT HITAM

Published November 6, 2011 by riesna27

BAB : PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRIS

Obama itu unik. Tak banyak orang yang memiliki begitu rupa paduan latar belakang. Punya bapak orang Kenya, ibu asli AS, lahir di Hawai, bapak tiri orang Indonesia, SD pernah di Jakarta, dan separo kulit hitam. Ringkasnya, latar belakangnya mirip pelangi.

Orang-orang yang punya latar belakang aneka warna macam ini semestinya akan lebih toleran terhadap perbedaan, mereka jadi lebih empati. Apalagi Obama yang separo kulit hitam pasti juga merasakan bagaimana sulitnya posisi kulit hitam dibanding kulit putih. Ini diharapkan akan turut berpengaruh terhadap kebijakan AS nantinya.

Obama juga bisa jadi contoh bagaimana orang yang bukan siapa-siapa mampu mencapai puncak sukses. Dia bukan berasal dari keluarga aristokrat politik AS. Beda seperti Kennedy atau Roosevelt, yang bapak, simbah, atau sepupunya merupakan tokoh politik penting. Itu yang kemudian diklaim Obama sebagai bukti kalau American Dreams itu masih ada.

Dia selamanya fenomenal. Dari tokoh yang baru dikenal secara nasional tahun 2004 sehabis ditunjuk untuk memberikan pidato utama pada Konvensi Nasional Demokrat, eh 4 tahun kemudian dah nangkring jadi presiden. Dan yang bikin geli, pada Konvensi Nasional Demokrat tahun 2000, dia sempet diusir, ga diperbolehkan masuk ruangan gara-gara kartu pengenalnya bermasalah.

Begitulah, gabungan dari latar belakang unik, kepiawaian berpidato, pendidikan yang tinggi, pengalaman di grass root, tema kampanye yang segar, muda, dan kerja keras.

Satu isi pidatonya yang saya ingat kira-kira begini: Saya bukanlah laki-laki sempurna. Saya pun tidak akan menjadi presiden yang sempurna. Tapi satu yang bisa saya janjikan kepada Anda. Saya akan selalu jujur kepada Anda. Saya akan selalu menyampaikan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Saya akan selalu terbuka kepada Anda. Dan yang paling penting, saya akan mendengarkan Anda, mengajak Anda turut berperan serta.

PENGABDIAN PARA ABDI DALEM DI KERATON YOGYAKARTA

Published November 6, 2011 by riesna27

BAB : PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Hebatnya menjadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta bisa diketahui bila anda wong Yogyakarta atau anda pernah atau juga sedang tinggal dan dekat dengan Yogyakarta,  rasakan dari berbagai sudut dan dari berbagai pandangan, jangan kemudian menghakimi tanpa tahu dahulu.

Selami barulah beri pernyataan. Inilah yang terjadi, banyak pandangan negatif tentang Abdi Dalem Keraton, baik menilai dari pendapatan atau gaji, bahkan ada yang menyimpulkan bahwa menjadi Abdi Dalem itu adalah perbudakan modern!

Urusan gaji para Abdi Dalem berbeda – beda, semisal untuk pangkat sebagai Panglima Perang Keraton, menerima gaji perbulan sebesar Rp. 45.000. Bisa dibayangkan bagi Abdi Dalem dengan jabatan di bawahnya? Berkisar antara Rp. 6000 hingga Rp. 15.000. perbulan! Dan menghadapi lebaran, para Abdi Dalem mendapatkan THR ( Tunjangan Hari Raya ) sebesar Rp 7000!

Meski mengaku THR itu tak cukup untuk menafkahi anak dan istri, mereka tetap merasa bahagia dan mensyukuri hadiah yang didapatkan dari keraton tersebut.

Sehingga dengan besaran pendapatan seperti tersebut, banyak kalangan yang terutama dari wilayah luar Yogyakarta dan terutama lagi yang “Pro Pemerintah” sedikit banyak menganggap, bahwa menjadi Abdi Dalem Keraton itu pekerjaan yang nista dan pihak Keraton atau Sultan adalah yang rakus dan memperbudak! Benarkah?

Ketahuilah, menjadi Abdi Dalem Keraton itu berdasar nurani dan kemauan diri sendiri, tidak ada paksaan dari pihak manapun. Mereka juga mempunyai pekerjaan lain selain menjadi Abdi Dalem. Menjadi pedagang di pasar atau di rumah, menjadi pegawai negeri di berbagai bidang, mempunyai usaha rumah makan, pengusaha’

Bahkan ada Abdi Dalem yang memiliki pekerjaan sebagai dokter dan dosen di universitas tertentu. Mereka menjadi Abdi Dalem semata ingin mengabdi kepada nagari Yogyakarta dan terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga bukan ukuran uang yang mereka cari.

Apabila uang yang mereka cari, niscaya tidak ada lagi jumlah Abdi Dalem yang kini mencapai lebih dari 2300 an Abdi Dalem.

Berdasar dari ulasan dan pendapat dari para Abdi Dalem, mereka ternyata tidak merasa miskin dengan pendapatan tersebut, bahkan mereka merasa cukup dan dimudahkan dalam mencari rezeki. Mengapa? Yang utama karena faktor ikhlas dan mengabdi yang tulus kepada nagari Yogyakarta dan Tuhan Yang Maha Memiliki. Intinya Tuhan Maha Kaya!